Wasisku Wasis "Penyambung Silaturrahim, Pemersatu Persaudaraan"

 
Sekapur Sirih
Selamat Datang Di Blog saya, semoga artikel yang ada bisa bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.. Amin
Doa & Hadist Harian
Hai anakku, sesunguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan melihat dan membalasnya, sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS. Lukman : 16)
Berita Terhangat
Pemotongan hewan Qurban 1433 H di Bank Bukopin telah dilaksanakan pada hari Jum'at, 26 Oktober 2012. Jumlah sapi ada 10 ekor dan telah dibagikan ke 2569 penerima yang meliput Yayasan, Pantai Asuhan, Masjid/Mushola dan masyarakat sekitar Bank Bukopin.
Curhatku
Ya Rabbi, jika saatny aku pergi nanti, ampunilah orang-orang yang telah menyakiti dan membuatku menangis dan muliakanlah orang-orang yang telah emmbuatku tersenyum. Amin
Puisi
Hanya 2 hal yang dapat kubawa dan persembakan saat kumenikahimu, TANGUGUNGJAWABku sebagai suami yang akan mempertanggungjawabkanmu dunia akhirat sehingga harus berupaya dan berusaha menafkahi dan membahagiakanmu dan KESETIAAN rasa cinta dan kasih sayangku yang tak akan terbagi hingga tetap bersamamu dalam suka dan duka hingga nyawa ini berpisah dari ragaku.
Organisasi
Ikatan Remaja Masjid, IGMMA, Badaris, Islamabad, Ikria, KTIMUS VII, BC, BMKB
Saran & Kritik
Silahkan kirimkan ke alamat email wasisku@gmail.com, atau add ym di siwasis@yahoo.co.id

Menyatukan Pandangan
Senin, 09 Februari 2009
Bagaimana caranya dua sejoli calon pengantin saling mengenal pandangan hidup masing-masing sebelum melangkah ke pelaminan?

Menikah adalah sebuah pekerjaan besar, penting dan mulia. Penting bagi kemanusiaan, penting bagi orang yang bersangkutan, dan masyarakatnya. Namun bagi dua insan yang akan bersatu menyatukan pandangan merupakan tugas yang harus mereka selesaikan sebelum melangkah ke pelaminan agar pernikahan mereka bermanfaat bagi diri mereka sendiri, keluarga maupun masyarakatnya. Sebuah keluarga berantakan tak dapat menjadi pelita bagi keluarga-keluarga lain disekitar mereka.

Banyak pasangan pra-nikah (baca:pacaran) yang beralasan bahwa memperpanjang hubungan sebelum menikah merupakan cara untuk saling mengenal. Namun pada kenyataannya, pacaran bertahun-tahun tidak menghalangi mereka kemudian bercerai setelah menikah beberapa tahun. Ada apa? Apa yang salah?

Pacaran jelas bukan jalan bagi para pemuda muslim untuk mencari keberkahan dari Allah SWT. Hubungan pranikah yang dibenarkan dalam Islam namanya ”ta’aruf” atau proses ”saling berkenalan”. Dalam ”ta’aruf” ini, kedua calon pasangan boleh berinteraksi, namun harus tetap dalam batas-batas aturan pergaulan Islami, termasuk tidak boleh berdua-duaan tanpa orang ketiga, tak boleh bersentuhan dan apalagi yang lebih dari itu.

Dalam berpacaran, batas-batas tersebut tak ada sehingga tidak jarang dua sejoli yang belum menikah menjadi kebablasan dalam berhubungan. Mirisnya, kebablasan itu terjadi bahkan sebelum kesatuan pandangan antara keduanya terbentuk dengan matang.

Kerugian lain dari pacaran adalah karena dilandasi berbagai aroma romantisme, suasana dialog yang lebih rasional menjadi sulit terbentuk sehingga berbagai masalah serius menjadi sulit dibicarakan tanpa dibumbui romantisme yang seringkali malah mengelabui keadaan yang sebenarnya. Bahkan demi romantisme, tidak jarang masing-masing pihak berusaha menutup-nutupi sifat-sifat aslinya.

Jadi apa yang penting dilakukan dalam proses ”ta’aruf” ini? Nabi Muhammad SAW menyebutkan tiga alasan mengapa seorang wanita dipilih sebagai istri dan hanya satu alasan yang dianjurkan untuk diambil, yaitu kebagusan agamanya.

Meskipun arahan Nabi SAW terlihat sangat umum, namun memang itulah ”platform” yang paling penting bagi calon suami maupun istri. Dengan agama, segala perbedaan pendapat dapat antara suami istri Insya Allah dapat diselesaikan sebab Islam sudah menyediakan jawaban persoalan dengan cukup rinci, asalkan keduanya memiliki komitmen yang sama untuk menyelesaikan masalah dan memang masih berkeinginan untuk bersama.

Masalahnya adalah bagaimana mengenali kesamaan komitmen ini? Bagaimana mengangkatnya dalam pembicaraan dengan calon pasangan?

Pepatah mengatakan: ”tak kenal maka tak sayang”. Ada juga istilah ”jangan beli kucing dalam karung”. Kedua ungkapan ini benar adanya. Proses ”ta’aruf” memang dimaksudkan untuk saling mengenal satu sama lain, terutama untuk hal-hal yang penting.

Banyak pasangan calon suami istri yang mengabaikan detil-detil penting dalam berkenalan dan lebih mementingkan hal-hal yang lebih bersifat permukaan, misalnya aspek wajah, kecantikan, kegantengan, warna kulit, tinggi badan, dan lain-lain termasuk kekayaan. Padahal semua itu hanyalah ’sedalam kulit’ dalam arti sebenarnya.

Apa yang hanya sebatas sedalam kulit akan mudah berubah atau berganti, sedangkan kedalaman berpikir dan keimanan akan melandasi semua yang dipikirkan dan dilakukan oleh seseorang sepanjang hayatnya.

Jika kita harus berinteraksi dengan seseorang untuk jangka waktu yang lama, jika kita akan melalui masa senang dan sulit bersama-sama, maka kecantikan atau kegantengan tak terlalu penting, sifat dan sikapnyalah yang akan membuat kita betah atau tidak.

Berikut ini ada beberapa poin yang perlu anda perhatikan:

Pertama, kenalilah calon pasangan anda. Apakah ia seorang yang memiliki komitmen terhadap agamanya? Apakah ia konsisten menjalankannya? Apakah ia selalu memperdalam pengetahuan agamanya? Apakah ia siap berubah sesuai arahan NabiNya SAW?

Kedua, amati bagaimana caranya mengatasi masalah hidup. Apakah ia mencari arahan dari Al Qur’an atau Sunnah Nabi SAW? Apakah ia cukup sabar dan tidak mengeluh dan menyalahkan nasib?

Ketiga, kenali bagaimana calon anda dalam menghadapi saat-saat senang atau gembira? Apakah ia mudah bersyukur? Apakah dalam bergembira ia tidak berlebihan?

Keempat, bagaimana caranya berinteraksi dengan anda dan orang lain? Apakah mudah berkomunikasi atau sulit? Apakah sering mengumbar janji muluk dan kata pujian? Dalam berbicara apakah siap bermusyawarah atau lebih suka menang sendiri? Apakah ia mudah menghargai orang lain?

Kelima tentang sikap dan pandangannya tentang diri sendiri? Apakah ia terlalu percaya diri? Ataukah percaya diri secara proporsional dan berdasar? Apakah ia minder dan mudah putus asa?

Keenam, tentang sikap terhadap ilmu, apakah berwawasan luas dan mau belajar ataukah lebih suka membatasi minat dan perhatiannya terhadap hal-hal yang sempit?

Ketujuh, bagaimana sikapnya terhadap atasan dan bawahan dirinya? Apakah ia terlalu takut pada atasan? Apakah ia sewenang-wenang terhadap bawahan?

Kedelapan, kenalilah selera-seleranya, apakah ada yang sangat bertentangan dengan anda sendir? Apakah tidak bisa saling memahami perbedaan selera ini?

Kesembilan, kenali keluarganya. Apakah ada hal-hal yang perlu menjadi catatan seperti apakah calon mertua sangat dominan terhadap anaknya ataukah biasa-biasa saja?

Mungkin masih banyak contoh-contoh pertanyaan dan pengamatan yang dapat diujikan kepada calon pasangan. Cari tahulah dengan berbagai cara, baik bertanya langsung, bertanya ke pada orang-orang dekatnya atau mengamati.

Sesudah mengumpulkan berbagai bahan ini, kemudian diskusikanlah dengannya beberapa hal berikut:

1. Bagaimana atau dari mana akan mengambil sumber hukum dalam kebijakan rumahtangga? Darimana sumber hukumnya dan bagaimana proses penetapan keputusannya?

2. Bagaimana cara menghadapi perbedaan pendapat dan ke mana mencari penengah?

Diskusikan juga berbagai hal kecil namun mungkin penting, misal akan tinggal di mana kelak? Dari mana sumber penghasilan keluarga? Apakah ada diantara anda berdua yang masih ingin melanjutkan sekolah? Apakah istri kelak akan bekerja? Bagaimana mengasuh anak? Dan masih banyak lagi, namun pilihlah yang bagi anda lebih penting.

Jika ha-hal ini sudah dibicarakan dan ternyata tak ada masalah atau perbedaan pendapat yang terlalu tajam antara anda berdua, barulah dapat dikatakan Insya Allah anda berdua cocok. Wallahua’lam

Label:

posted by Wasis @ 2/09/2009 11:30:00 AM   0 comments
Pemimpin Arab Memalukan, Chavez "Pahlawan" Palestina
Selasa, 03 Februari 2009

Sebuah ironi memang jika rakyat Palestina justru lebih menganggap pemimpin dari luar negara Muslim sebagai tokoh pahlawan mereka. Rakyat Palestina kini lebih bangga dengan Presiden Venezuela, Hugo Chavez yang lebih menunjukkan solidaritasnya yang tinggi terhadap bangsa Palestina, ketimbang pimpinan negara-negara Arab yang selama puluhan tahun mengabaikan dan mengkhianati bangsa Palestina.

"Dia (Chavez) adalah simbol perjuangan untuk kemerdekaan seperti Che Guevara. Itulah yang membedakannya dari pemimpin dunia lainnya," puji anggota parlemen Palestina Mohammad al-Lahham.

Wajar saja kalau rakyat Palestina memuji Chavez. Begitu melihat agresi brutal Israel di Jalur Gaza, Chavez langsung mengusir dubes Israel di Caracas. Satu hal yang tidak dilakukan pemimpin dunia lainnya, termasuk pemimpin negara Mesir dan Yordania, dua negara Arab yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Venezuela juga mengirimkan bantuan kemanusiaan dengan menggunakan pesawat terbang sendiri untuk membantu warga Gaza yang kekurangan makanan dan obat-obatan akibat blokade Israel.

Chavez dengan keras mengecam dunia internasional yang dianggapnya tidak banyak berbuat sesuatu untuk menghentikan "holocaust" yang dilakukan Israel di Jalur Gaza dan menyebut Israel sebagai "tangan pembunuh" AS di Palestina.

Sejak Chavez mengusir dubes Israel, Chavez menuai pujian dari komunitas Muslim dan Arab. "Semua orang di sini (Palestina) kenal siapa dia (Chavez)," kata walikota Al-Masar di Betlehem, Tepi Barat, Mahmud Zwahreh.

Menurutnya, banyak warga Palestina yang minta foto Chavez untuk dibawa dalam aksi-aksi unjuk rasa menentang agresi Israel di Jalur Gaza. Oleh sebab itu, Zwahreh memcetak banyak foto Chavez untuk dibagi-bagikan pada para pengunjuk rasa anti-Israel. Tak heran jika dalam aksi unjuk rasa anti-Israel, juga terlihat bendera-bendera Venezuela dan foto-foto Chavez.

"Saya ingin bisa memberikan Chavez paspor Palestina agar ia bisa menjadi warga negara Palestina. Dan kami akan memilih dia sebagai presiden kami," tukas Zwahreh. Iyad, seorang pemilik toko di dekat Gereja Nativity di Betlehem setuju dengan pernyataan Zwahreh.

"Chavez adalah presiden yang baik. Dia selalu mendukung rakyat Palestina," ujarnya. Warga Palestina lainnya bernama Assem juga menilai Chavez lebih baik dari pemimpin-pemimpin Arab lainnya.

"Dia lebih baik dari pemimpin-pemimpin negara Arab. Mesir dan Yordania seharusnya juga mengusir duta besar Israel. Sangan memalukan, negara-negara Arab tidak punya pemimpin seperti dia (Chavez)," tandas Assem. Pernyataan yang seharusnya menjadi tamparan keras buat Mahmud Abbas, Presiden Palestina dari faksi Fatah dan pemimpin-permimpin Arab. Dunia Arab memang sangat menyedihkan untuk Palestina.

Sementara itu walikota Bireh di Libanon, memakai nama Hugo Chavez untuk salah satu jalan di kota itu. "Cuma ini yang bisa kami lakukan untuk laki-laki pmeberani yang telah menyalakan harapan di hati kami dan telah membalas luka kami akibat kebiadaban entitas Zionis," kata Mohammed Wehbe.

Di jalan utama menuju kota Bireh sepanjang 45 kilometer yang berada di sebelah utara kota pelabuhan Tripoli, terpampang spanduk-spanduk yang bertuliskan antara lain "Bangsa ini membutuhkan pemimpin seperti Chavez", "Chavez mengusir duta besar Israel. Kapan kalian melakukannya, pemimpin-pemimpin Arab?".

Foto-foto Chavez juga ditempel di berbagai tempat di kota yang berpenduduk 17.000 jiwa itu. Seorang imam di Libanon, Bilal Rivai berkomentar tentang Chavez, "Kami tidak punya hubungan langsung dengan Chavez. Kami juga tidak beragama yang sama dengan Chavez. Kami bicara dengan bahasa yang berbeda. Tapi dia (Chavez) ikut merasakan penderitaan kami dan dia layak mendapatkan penghargaand dan penghormatan dari kami. (ln/iol)

sumber : eramuslim

Label:

posted by Wasis @ 2/03/2009 11:21:00 AM   0 comments
Istri Shalehah
Oleh : Bahron Anshori


Istri yang shalehah adalah yang mampu menghadirkan kebahagiaan di depan mata suaminya, walau hanya sekadar dengan pandangan mata kepadanya. Seorang istri diharapkan bisa menggali apa saja yang bisa menyempurnakan penampilannya, memperindah keadaannya di depan suami tercinta. Dengan demikian, suami akan merasa tenteram bila ada bersamanya.


Mendapatkan istri shalehah adalah idaman setiap lelaki. Karena memiliki istri yang shalehah lebih baik dari dunia beserta isinya. ''Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri shalehah.'' (HR Muslim dan Ibnu Majah).

Di antara ciri istri shalehah adalah, pertama, melegakan hati suami bila dilihat. Rasulullah bersabda, ''Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.'' (HR Ibnu Majah).

Kedua, amanah. Rasulullah bersabda, ''Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu ...'' (HR Hakim).

Ketiga, istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ''Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.''(

QS Ar Rum [30]: 21).

Beruntunglah bagi setiap lelaki yang memiliki istri shalehah, sebab ia bisa membantu memelihara akidah dan ibadah suaminya. Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa diberi istri yang shalehah, sesungguhnya ia telah diberi pertolongan (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuh lainnya.'' (HR Thabrani dan Hakim).

Namun, istri shalehah hadir untuk mendampingi suami yang juga shaleh. Kita, para suami, tidak bisa menuntut istri menjadi 'yang terbaik', sementara kita sendiri berlaku tidak baik. Mari memperbaiki diri untuk menjadi imam ideal bagi keluarga kita masing-masing.

www.republika.co.id

Label:

posted by Wasis @ 2/03/2009 11:17:00 AM   0 comments

About Me

Name: Wasis
Home: Tangerang, Banten, Indonesia
About Me: Pengisi waktu luang, teman saat sepi dan sendiri.. dan penyalur inspirasi dan memori hati..
Selengkapnya
Postingan Lain
Arsip Postingan
Powered by

BLOGGER

© 2005 Wasisku Wasis "Penyambung Silaturrahim, Pemersatu Persaudaraan"