| |
| Sekapur Sirih |
| Selamat Datang Di Blog saya, semoga artikel yang ada bisa bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.. Amin |
| Doa & Hadist Harian |
| Hai anakku, sesunguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan melihat dan membalasnya, sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS. Lukman : 16) |
| Berita Terhangat |
| Pemotongan hewan Qurban 1433 H di Bank Bukopin telah dilaksanakan pada hari Jum'at, 26 Oktober 2012. Jumlah sapi ada 10 ekor dan telah dibagikan ke 2569 penerima yang meliput Yayasan, Pantai Asuhan, Masjid/Mushola dan masyarakat sekitar Bank Bukopin. |
| Curhatku |
| Ya Rabbi, jika saatny aku pergi nanti, ampunilah orang-orang yang telah menyakiti dan membuatku menangis dan muliakanlah orang-orang yang telah emmbuatku tersenyum. Amin |
| Puisi |
| Hanya 2 hal yang dapat kubawa dan persembakan saat kumenikahimu, TANGUGUNGJAWABku sebagai suami yang akan mempertanggungjawabkanmu dunia akhirat sehingga harus berupaya dan berusaha menafkahi dan membahagiakanmu dan KESETIAAN rasa cinta dan kasih sayangku yang tak akan terbagi hingga tetap bersamamu dalam suka dan duka hingga nyawa ini berpisah dari ragaku. |
| Organisasi |
| Ikatan Remaja Masjid, IGMMA, Badaris, Islamabad, Ikria, KTIMUS VII, BC, BMKB |
| Saran & Kritik |
| Silahkan kirimkan ke alamat email wasisku@gmail.com, atau add ym di siwasis@yahoo.co.id |
|
| Kebiasaan Merokok Dapat Membuat Manusia Buta |
| Jumat, 19 Desember 2008 |
 AUCKLAND (Media): Selain dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan lainnya, kebiasaan merokok ternyata juga dapat membuat manusia menjadi buta, demikian hasil sebuah studi di Selandia Baru yang dipublikasikan Jumat (26/10). Hasil penelitian yang dilakukan dokter ahli kesehatan masyarakat Nick Wilson di Wellington mendapati ada 1.300 pecandu nikotin yang mengalami kebutaan, sebagian besar kebutaan sepenuhnya dan permanen. Hubungan antara kebutaan dengan kebiasaan merokok itu ialah karena kondisi yang disebut age-related macular degeneration--AMD (penurunan kualitas anatomi tubuh). Sebagian besar kasus AMD tidak dapat diobati. "Merokok akan mempercepat keseluruhan proses penuaan. Zat-zat kimia perusak yang terdapat pada tembakau kemungkinan memberi dampak (yang demikian)," menurut hasil studi tersebut. Penelitian ini juga menegaskan bahwa logam-logam berat beracun yang terdapat dalam rokok diperkirakan sebagai penyebab katarak. (AFP/OL-01) Label: kesehatan |
posted by Wasis @ 12/19/2008 10:12:00 AM   |
|
|
|
| Tahukah Kita |
| Senin, 15 Desember 2008 |
Tahukah Kita?
Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.
Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.
Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita. Dan apa yang anda pikirkan dalam otak anda jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.
Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa mengoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.
Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.
Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah. Label: Renungan |
posted by Wasis @ 12/15/2008 03:52:00 PM   |
|
|
|
| Pikirkan Baik-baik Sebelum Melakukan Sesuatu |
|
| "Bersyukurlah atas dirimu apa adanya... karena bila kamu membandingkan dengan orang lain, kamu akan terkejut dengan rahasia hidup mereka" Label: Renungan |
posted by Wasis @ 12/15/2008 03:48:00 PM   |
|
|
|
| Doa |
|
| Doa adalah oli yg memelihara mesin ikhtiar manusia. Doa adalah kekuatan utk tetap bertahan di tengah badai musibah dan kesulitan. Doa adalah ketegaran ketika hati semakin akrab dgn air mata. Doa adalah hela nafas kelegaan, ditengah beban yg menghimpit. Doa adalah optimisme, kala ujung usaha tak jua membuahkan hasil nyata. Doa adalah keyakinan ditengah ketidakpastian. Doa adalah kesungguhan menjaga niat, di awal, di tengah dan di akhir. Doa adalah penjaga semangat manakala harapan telah menjadi kenyataan. Doa adalah ketundukan hati bahwa manusia adalah hamba. Doa adalah keteguhan jiwa utk percaya pada satu kekuatan yg tak terhingga. Doa adalah bunga-bunga ketaatan yg bermekaran di taman jiwa. Doa adalah aliran cinta yg menemukan muaranya. Cinta seorang hamba kepada Rabbnya. |
posted by Wasis @ 12/15/2008 03:45:00 PM   |
|
|
|
| 8 Kado Terindah |
| Kamis, 11 Desember 2008 |
Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.
KEHADIRAN Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.
MENDENGAR Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.
DIAM Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan.. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.
KEBEBASAN Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah "Kau bebas berbuat semaumu". Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.
KEINDAHAN Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah.. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.
TANGGAPAN POSITIF Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.
KESEDIAAN MENGALAH Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah". Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.
SENYUMAN Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliiling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?
Label: tips |
posted by Wasis @ 12/11/2008 02:30:00 PM   |
|
|
|
| Tahukah Anda |
| Rabu, 10 Desember 2008 |
Luar biasa………!!! Pernahkan teman2 membayangkannya? ![[]](cid:006001c95aa3$2e534cf0$96090b0a@RaMz) Pada waktu benda-benda angkasa ini diperbandingkan, ![[]](cid:006101c95aa3$2e534cf0$96090b0a@RaMz) kita menjadi sadar betapa kecilnya bumi dan kita para penghuninya. . ![[]](cid:006201c95aa3$2e534cf0$96090b0a@RaMz) Jagad raya yang sangat besar. ![[]](cid:006301c95aa3$2e534cf0$96090b0a@RaMz) Dalam skala ini bumi kita tidak kelihatan lagi . . ![[]](cid:006401c95aa3$2e534cf0$96090b0a@RaMz) Di sini matahari hanya sebesar debu! Antares adalah bintang ke 15 yang paling terang di angkasa. Jaraknya lebih dari 1000 tahun cahaya dari bumi. Lalu . . . Siapakah kita? Apakah tujuan hidup kita? Apa yang membuat hidup kita sbg manusia, berharga? Masihkah kita bisa menepuk dada & berkata "inilah aku!"...?? Label: Pengetahuan |
posted by Wasis @ 12/10/2008 04:32:00 PM   |
|
|
|
| Berfikirlah Positif dan Jangan Mudah Menyerah |
| Selasa, 09 Desember 2008 |
Kita adalah makhluk Allah yang paling lemah secara fisik. Namun Allah dengan prinsip keadilan-Nya memberikan sebuah anugerah termahal yang tidak diberikan kepada makhluk-Nya yang lain, yaitu kemampuan berfikir. Sangat disayangkan, tidak semua manusia memanfaatkan secara maksimal kemampuan yang satu ini untuk meraih prestasi sebesar- besarnya.
Shiv Khera dalam You Can Win, mengatakan, "Jika anda berfikir Anda dikalahkan, maka Anda akan kalah. Jika Anda berfikir Anda tidak takut, maka Anda tidak akan takut. Jika Anda ingin menang, tetapi merasa tidak mampu, hampir dapat dipastikan bahwa Anda tidak akan menang. Jika Anda berfikir Anda merugi, maka Anda akan rugi. Karena apa yang kita hadapi di dunia keberhasilanya berawal dari kemauan diri dan semuanya ada dalam pikiran kita. Jika Anda berfikir Anda tidak berkelas, maka akan seperti itulah Anda. Anda harus berfikir tinggi untuk dapat meraih. Anda harus memiliki keyakinan diri sebelum Anda dapat meraih kemenangan. Perjuangan hidup bukan selalu menjadi milik orang yang lebih kuat dan lebih cepat. Tetapi cepat atau lambat pemenangnya adalah orang yang berfikir bahwa ia mampu".
Jauh sebelum Shiv Khera mengeluarkan pendapat tersebut, Allah telah mengatakan "Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku". Tidak mudah merealisasikan apa yang ada dalam pikiran kita. Sehingga tak heran banyak yang akhirnya tidak mau berfikir betapa sesungguhnya hidup ini terlalu indah untuk kita buat sia-sia tanpa prestasi apapun. Kebersihan hati mempengaruhi pikiran.
Jika hati kita bersih, pikiran kita akan positif menapaki setiap detik-detik kehidupan ini. Betapa indahnya bila kita senantiasa berfikir positif, hati kita bersih, bening, dan terawat dengan baik. Kita akan merasakan kesejukan, kedamaian, ketenangan, kemudian dunia ini kita jadikan sebagai ladang untuk meraih prestasi setinggi- tingginya tanpa beban, permusuhan dan dendam.
Bila hati kita tertata dengan baik dan pikiran kita positif, kita tidak akan menjadi orang yang lemah, mudah menyerah, dan putus asa jika mengalami kegagalan. Bangkit dan jangan mudah menyerah. Walaupun jalan yang kita lalui senantiasa menanjak dan berliku, tetaplah melangkah walaupun setapak demi setapak. Percayalah cahaya terang itu tidak selamanya tertutup awan hitam, ia akan terhalau oleh kesabaran, ketekunan, dan keyakinan, hati yang bersih, serta berfikir positif kepada Zat yang jiwa kita ada dalam genggamannya.Label: Kajian |
posted by Wasis @ 12/09/2008 04:55:00 PM   |
|
|
|
| 100 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman : |
|
1. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
2. Sabar apabila mendapat kesulitan; 3. Tawakal apabila mempunyai rencana/program; 4. Ikhlas dalam segala amal perbuatan; 5. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan; 6. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan; 7. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan; 8. Jangan usil dengan kekayaan orang; 9. Jangan hasud dan iri atas kesuksesan orang; 10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksesan; 11. Jangan tamak kepada harta; 12. Jangan terlalu ambisius akan sesuatu kedudukan; 13. Jangan hancur karena kezaliman; 14. Jangan goyah karena fitnah; 15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri; 16.Jangan campuri harta dengan harta yang haram; 17. Jangan sakiti ayah dan ibu; 18. Jangan usir orang yang meminta-minta; 19. Jangan sakiti anak yatim; 20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar; 21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil; 22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid); 23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu; 24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah dan di masjid; 25. Biasakan shalat malam; 26.Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah; 27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat; 28. Sayangi dan santuni fakir miskin; 29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah; 30. Jangan marah berlebih-lebihan; 31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan; 32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah; 33. Berlatihlah konsentrasi pikiran; 34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi; 35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syetan; 36. Jangan percaya ramalan manusia; 37. Jangan terlampau takut miskin; 38. Hormatilah setiap orang; 39. Jangan terlampau takut kepada manusia; 40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala; 41. Bersihkan harta dari hak-hak orang lain; 42. Berlakulah adil dalam segala urusan; 43. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah; 44. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala; 45. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran; 46. Perbanyak silaturahmi; 47. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam; 48. Bicaralah secukupnya; 49. Beristri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya; 50. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu; 51. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur; 52. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin; 53. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga; 54. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan; 55. Hormatilah kepada guru dan ulama; 56. Sering-sering bershalawat kepada nabi; 57. Cintai keluarga Nabi saw; 58. Jangan terlalu banyak hutang; 59. Jangan terlampau mudah berjanji; 60. Selalu ingat akann saat kematian dan sadar bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara; 61. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidakbermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna; 62. Bergaullah dengan orang-orang shaleh; 63. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar; 64. Lakukan ibadah haji dan umrahpabila sudah mampu; 65. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita; 66. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi; 67. Jangan membenci seseorang karena paham dan pendirian; 68. Jangan benci kepada orang yang membenci kita; 69. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuai pilihan; 70. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan; 71. Jangan melukai hati orang lain; 72. Jangan membiasakan berkata dusta; 73. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian; 74. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab; 75. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan; 76. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita; 77. Jangan membuka aib orang lain; 78. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita; 79. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana; 80. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan; 81. Jangan minder karena miskin dan jangan sombongkarena kaya; 82. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara; 83. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain; 84. jangan membuat orang lain menderita dan sengsara; 85. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa; 86. Hargai prestasi dan pemberian orang; 87. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan; 88. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan; 89. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita; 90. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisik atau mental kita menjadi terganggu; 91. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana; 92. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita; 93. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu,dan jangan berkata sesuatu \ yang dapat menyebabkan orang lain terhina; 94. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita, sebelum dicek kebenarannya; 95. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban; 96. Sambutlah uluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan; 97. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang di luar kemampuan diri; 98. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tantangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan; 99. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerusakan; 100. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang;
Label: Keimanan |
posted by Wasis @ 12/09/2008 04:53:00 PM   |
|
|
|
| Cinta Dan Mencintai Karena Allah |
|
Kedudukan Orang Yang Cinta Mencintai Kerana Allah Sesungguhnya terdapat banyak hadith Rasulullah SAW yang menerangkan kedudukan dan darjat dua manusia yang saling cinta mencintai kerana Allah. Hadis-hadis ini menggambarkan kedudukan mereka yang mulia dan tinggi yang telah disediakan oleh Allah di dalam SyurgaNya.
Di antara hadis-hadis itu ialah yang menceritakan kisah tujuh golongan lelaki atau wanita yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungannya ketika mana tidak ada lagi naungan yang lain kecuali naungan Allah sahaja.
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya: "Sebilangan manusia yang dinaungi Allah di bawah naungan-Nya pada hari kiamat iaitu hari yang tidak ada sebarang naungan padanya selain daripada naungan Allah; di antaranya ialah: Pemerintah yang adil, pemuda yang hidupnya sentiasa dalam mengerjakan ibadah kepada tuhannya, orang yang hatinya sentiasa terikat dengan masjid, dua orang yang berkasih sayang kerana Allah di mana kedua-duanya berkumpul dan berpisah untuk mendapat keredaan Allah, orang yang dipujuk oleh perempuan yang kaya lagi rupawan untuk bersatu dengannya lalu ia menolak dengan berkata: EAku takut kepada Allah! E orang yang bersedekah secara bersembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberi oleh tangan kanannya, dan orang yang menyebut atau mengingat Allah dengan keadaan tidak ada dalam ingatannya perkara lain, lalu menitis air matanya kerana mengingatkan sifat Jalal dan sifat Jamal Allah." (Riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ibnu Majah )
Ini adalah dalil dan nas yang jelas menggolongkan dia sebagai orang yang berkasih sayang kerana Allah di kalangan tujuh orang yang baik lagi terpilih untuk dinaungi dibawah naungan-Nya di mana masing-masing orang mengharap sangat lindungan dari matahari yang sejengkal saja dari kepala. Inilah penghormatan dan kemuliaan paling tinggi yang dikurniakan oleh Allah kepada mereka. Di manakah lagi kita akan dapati kemuliaan yang seperti itu ???
Sesungguhnya kemulian ialah hak bagi kedua-dua orang yang berkasih sayang kerana Allah S.W.T. Dimana pada hari tersebut (kiamat) Allah Taala Rabbul Izzah menyeru mereka dan mempersilakan mereka untuk menerima anugerah yang paling tinggi, iaitu pada hari berhimpunnya sekelian bani (anak) Adam di Padang Mahsyar yang maha luas itu.
Di dalam hadis Qudsi yang bermaksud: "Dimanakah orang-orang yang berkasih sayang kerana kemuliaanku pada hari ini, Aku perlindungi mereka dibawah naungan Ku pada hari yang tiada lagi naungan kecuali nuangan-Ku" (Riwayat Muslim)
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muaz dari Rasulullah S.A.W baginda bersabda: "Allah Azzawajalla berfirman: orang-orang yang berkasih sayang kerana kemuliaanku, mereka mempunyai beberapa-beberapa mimbar dari cahaya, sangat dicita-citakan tempat-tempat mereka itu oleh para Nabi, Shiddiqin dan Syuhada." (Riwayat At-tirmizi, Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim)
"Berhak mendapatkan cintaku orang-orang yang saling mencintai karena Aku, berhak mendapat cintaku orang-orang yang saling menasihati karena Aku, berhak mendapatkan cintaku orang-orang yang saling mengunjungi karena Aku, berhak mendapatkan cintaku orang-orang yang saling membei karena Aku, mereka berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya." (Riwayat Ibnu Hibban, di-shahih-kan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib Wa Tarhib, 3019)
Rasul bersabda, "Barangsiapa ingin merasakan nikmatnya iman, hendaklah dia mencintai saudaranya, dan dia tidak mencintainya kecuali karena Allah." (Riwayat Ahmad dan Al-Hakim dan dishahih-kan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah, 2300)
"Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah, melainkan orang yang paling dicintai Allah di antara keduanya adalah yang paling besar kecintaannya kepada saudaranya." (Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Adabul-Mufrad, dan di-shahih-kan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib Wa Tarhib 3014).
"Wahai manusia, dengarkan dan fahamilah; ketauhilah bahwa Allah memiliki para hamba yang mereka itu bukan para nabi ataupun syuhada. Para nabi dan syuhada ingin seperti mereka, padahal mereka memiliki kedekatan dan kedudukan di sisi Allah." Seseorang Badui berkata, "Wahai Rasulullah tolong sifatkan mereka kepada kami." Rasulullah lantas tersenyum mendengar ucapan lelaki badui tersebut , dan bersabda, "Mereka adalah orang-orang yang tidak dikenal dan asing, mereka tidak memiliki tali kekerabatan satu sama lain, mereka saling mencintai karena Allah dan menjadi satu barisan. Allah menyediakan mimbar-mimbar dari cahaya, untuk mereka sebagai tempat duduk mereka dan menjadikan wajah dan pakaian mereka bercahaya. Pada hari kiamat manusia diliputi rasa takut namun mereka tidak, mereka adalah wali-wali Allah, mereka tidak merasa takut dan bersedih." (Riwayat Ahmad, di-shahih-kan Al-Albani dalam Shahihut Targhib 3027)
Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya di surga terdapa pilar-pilar dari yakut, di atasnya ada kamar-kamar dan zamrud. Kamar-kamar ini memiliki pintu yang terbuka dan bersinar seumpama mutiara." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah penghuninya? " Beliau menjawab, "Orang-orang yang saling mencintai karena Allah, orang-orang yang duduk bersama karena Allah dan orang-orang yang bersua karena Allah." (Riwayat Al-Bazzar, dilemahkan oleh Al-Albani dalam At-Targhib dan di-hasan-kan oleh para pen-tahqiq At-Targhib).
Alangkah tingginya kemuliaan mereka. Alangkah sempurnannya ganjaran yang akan mereka dapati kerana mereka berkasih sayang kerana Allah.
Sesungguhnya cinta kerana Allah bukan kerana sesuatu yang lain sahaja yang ada dalam hidup ini. Hidup ini adalah hidup yang penuh dengan pelbagai kepentingan diri dan pelbagai perkara yang disukai oleh hawa nafsu. Jadi, cinta kerana Allah dalam suasana yang demikian sangat payah untuk dicapai dan dicari. Tiada siapa yang mampu mencapainya kecuali orang yang telah bersih jiwanya, tinggi semangatnya dan mereka mampu melihat betapa hinanya dunia ini berbanding keredhaan Allah. Tidak hairanlah kalau Allah telah menyediakan bagi mereka darjat yang tinggi sesuai dengan ketinggian mereka didunia dalam mengatasi segala kesibukan dunia yang serba mewah dan penuh dengan perhiasan ini.
Memang orang sifatnya demikian sangat sukar didapati pada zaman ini, meskipun tidak dapat dinafikan mereka itu ada dalam masyarakat kita masa ini, tetapi terlalu sedikit sekali bilangannya. Mereka tidak semestinya datang dari kalangan saudara-mara, atau kaum kerabat sendiri. Tetapi kalau ada memang itulah yang paling baik sekali, supaya hubungan keluargaan itu menjadi lebih erat dan berpanjangan. Memang itu merupakan suatu nikmat, apabila ada seorang saudara sedarah sedaging mengambil berat terhadap saudaranya, masing-masing memberikan perhatian kepada yang lain dalam serba-serbinya di kehidupan ini.
Yang anehnya, bila orang-orang seperti ini datangnya dari luar kaum kerabat, seperti teman rakan dan sahabat yang tiada hubungan darah di antara kita dengannya, tetapi hubungannya dengan kita dan pengambil-beratanny a dengan diri kita justeru lebih teguh dan erat dari kaum kerabat sendiri. Itulah tandanya persaudaraannya kerana Allah Ta'ala, yang kerana ikhlasnya dalam persahabatannya itu, dia malah memandang kepada kita. Orang-orang yang semacam inilah yang sangat dikasihi oleh Allah Ta'ala, yang disebutkan dalam sabdanya di atas, bahawa 'Aku akan menaunginya nanti di Hari Kiamat di bawah naunganKu!', firman Allah Ta'ala.
Bertuahlah siapa yang sudah mendapat taufiq daripada Allah untuk bersifat dengan sifat ini. Ini adalah kurnia luar biasa, sebab itulah balasannya juga adalah luar biasa. Kalau sudah dijanji Allah akan mendapat lindunganNya di Hari Kiamat, tentulah hidupnya di dunia ini akan dilindungi Allah pula, supaya dia berjalan di atas jalan yang diridhaiNya, tiada menyelewang dari jalanNya yang lurus. Alangkah besarnya cinta yang sedemikian yang mengangkat manusia sampai ke darjat di mana Allah mencintai dan meredhainya. Berbahagialah orang ini, dan mudah-mudahan kita juga akan diberi Allah taufiqNya untuk menjadi orang yang seperti ini, Insya Allah Ta'ala.
Marilah sama-kita renung seketika hadis-hadis Abu Hurairah (R.A) maksudnya: "Bahawasanya ada seorang lelaki yang pergi menziarahi saudaranya (sahabat) di sebuah kampung yang lain, lalu Allah menyuruh malaikat memerhatikannya di atas jalannya. Maka tatkala dia sampai dia berkata : Engkau hendak ke mana ? Lelaki tersebut menjawab: Aku hendak menemui seorang saudara ku di kampung itu. Malaikat bertanya lagi " Adakah engkau telah berbudi kepadanya dan engkau mengharapkan balasannya?" Beliau menjawab " tidak, aku mencintainya kerana Allah" Maka malaikat itu berkata kepadanya "Bahawa sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah kepada engkau, sesungguhnya Allah telah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai dia kerana Allah.
Dari kitab Nasihat Agama dan Wasiat Iman oleh Imam Habib Abdullah Haddad : 1) Apabila seseorang mencintai orang lain, bersahabat dan membiasakan diri dengannya, kerana dilihatnya orang itu mencintai Allah dan taat-setia kepada perintah Allah, maka hal sedemikian itulah yang dikatakan bercinta-cintaan kerana Allah Ta'ala. 2) Ataupun jika ia mencintai orang itu dan bersahabat dengannya, kerana orang itu membantunya di dalam selok-belok agama, dan mengarahkannya untuk bertaat-setia terhadap Tuhannya, maka hal sedemikian itu juga dikira bercinta-cintaan kerana Allah. 3) Ataupun jika ia mencintai orang itu dan bersahabat dengannya, kerana orang itu membantunya dalam urusan keduniaan, yang mana dengannya pula ia bisa mengurus urusan akhiratnya, maka itu juga termasuk cinta-mencintai kerana Allah. 4) Ataupun jika ia mencintai orang itu dan bersahabat dengannya, kerana dirinya merasa senang berkawan dengan orang itu, dan dadanya merasa lapang senang berkawan dengan orang itu, dan dadanya merasa lapang bila duduk bersama-sama dengannya. 5) Ataupun orang itu dapat menolongnya di dalam urusan dunianya, dan di dalam hal-ehwal kehidupannya, yang menerusinya ia bisa hidup senang-lenang, maka cinta serupa itu adalah cinta biasa yang tidak ada kena-mengena sedikit pun dengan Allah. 6) Adapun jika ia bersahabat kepada seseorang, kerana orang itu bisa menemannya untuk pergi ke tempat maksiat, atau membantunya untuk menganiaya orang, ataupun memimpin dan menunjuknya ke jalan-jalan fasik dan mungkar, maka persahabatan serupa itu dan kecintaan serupa itu adalah persahabatan dicela dan kecintaan yang tidak berguna, kerana ia menarik kita ke jalan syaitan, yang tidak kena-mengena dengan Allah. Persahabatan dan kecintaan serupa inilah yang akan bertukar menjadi permusuhan di akhirat.
Kesan Cinta Kepada Allah Di Dalam Kehidupan Orang Islam
Diriwayatkan oleh Anas bahwa seorang laki-laki dari al-Baadiyah bertanya kepada Nabi saww, ”Wahai Rasulullah! Bilakah tibanya Hari Qiyamat? E Tetapi tiba-tiba waktu shalat pun tiba sehingga Nabi saww menunda untuk menjawab pertanyaan orang tersebut. Setelah Nabi menyelesaikan shalatnya, Nabi saww pun bertanya, ”Dimana orang yang tadi bertanya tentang Hari Qiyamat? E Lelaki itu pun datang menjawab, ”Aku, ya Rasulullah! E Nabi bertanya kepadanya, ”Apa yang sudah engkau persiapkan untuk itu? E Laki-laki itu pun berkata, ”Demi Allah, tidak banyak amal yang kupersiapkan untuk itu, termasuk shalat dan puasa, kecuali aku sungguh-sungguh mencintai Allah dan Rasul-Nya E Maka Nabi pun berkata kepadanya,”Seseorang bersama yang dicintainya E Lalu Anas berkomentar : “Tidaklah kulihat sebelumnya kaum muslimin sebegitu gembiranya karena sesuatu pun setelah Islam melebihi kegembiraan mereka setelah mendengar pernyataan Nabi mengenai hal ini E (Bihar al-Anwar 17 : 13)
Juga sabda Rasulullah, "Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum melainkan dia akan dikumpulkan bersama mereka. ('Riwayat At-Tabrani dan di-shahih-kan Al-Albani dalam At-Targhib 3037).
Didalam hadis yang lain Rasulullah SAW menegaskan bahawa sesungguhnya Mahabbah (berkasih sayang) antara orang beriman adalah syarat-syarat iman yang memasukkan penganutnya kedalam syurga. "Demi yang diriku di dalam genggamannya , kamu tidak akan masuk syurga sehingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman sehingga kamu berkasih sayang. Mahukah kamu aku (nabi) tunjukkan sesuatu yang apabila kamu melakukannya maka akan lahirlah kasih sayang? Sebarkan salam di antara kamu." (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)
Sesungguhnya Rasulullah telah mengetahui dengan pandangan tarbiah yang diperolehi dari Allah, bahawasanya tidak ada sesuatu pun yang dapat mencabut hasad dengki dari dada, dan kekotoran jiwa kecuali persahabatan yang sejati. Satu nilai persahabatan yang tinggi yang menguasai kehidupan orang Islam yang dibangunkan atas dasar Mahabbah, nasihat menasihati, perpaduan, bebas dari segala tipu daya, hasad dengki, benci membenci dan sebagainya.
Dengan kasih sayang yang gemilang inilah, Rasulullah telah membangunkan generasi Islam yang pertama, satu generasi yang telah menyampaikan langit kebumi (rahmat yang melimpah ruah) dan membina mahligai Islam di alam sejagat. Inilah dia kasih sayang dan perpaduan yang tiada siapa sudi menanamnya didalam hati kecuali Islam. Kasih sayang yang suci lagi kukuh dan cinta yang setia di antara mereka jualah yang akan menjayakan perjuangan mereka.
Rasulullah SAW bersabda maksudnya: "Perumpamaan orang beriman yang berkasih sayang, dan saling rahmat merahmati dan di dalam kemesraan sesama mereka adalah seperti satu tubuh, apabila satu anggota mengadu sakit, maka seluruh tubuh akan turut merasainya dan membantunya dengan berjaga malam dan demam." (Riwayat Muslim)
Sesungguhnya orang Islam yang menghayati ajaran agamanya akan mempunyai hati dan perasaan yang sentiasa berkobar-kobar untuk mencintai saudara dan sahabatnya. Dia akan menghadapi mereka dengan sepenuh hati dan perasaannya. Inilah asas-asas yang menjadi faktor perpaduan untuk mencapai cinta dan redha Allah di Akhirat kelak.
Fahamkanlah maksud Hadis ini baik-baik, moga-moga Allah merahmati anda! Dan membimbing anda ke jalan yang diridhaiNya, agar anda disayangiNya, serta diberikanNya balasan besar yang memang telah disediakanNya untuk siapa yang disayangiNya. Amin.
Fatwa Saiyidina Umar r.a : “Orang yang bijaksana, tidaklah dia mahu mencari sahabat melainkan orang-orang yang panjang fikirannya, kuat agamanya, luas ilmunya, tinggi akhalaknya, lanjut akalnya, dan di waktu mudanya bergaul dengan orang-orang yang soleh. Barangsiapa yang melalaikan keteguhan percintaan dari sahabatnya, maka tidaklah dia akan merasai buah persaudaraan orang itu terhadapnya. Barangsiapa yang memutuskan persaudaraan sebab takut dikhianati, maka hiduplah dia dengan tidak bersaudara. Tidaklah ada kesenangan hati yang menyamai kesenangan bersahabat, dan tidaklah ada kedukaan yang melebihi kedukaan apabila putusnya persahabatan itu. E "Katakanlah (wahai Muhammad): "Jika bapa-bapa kamu, dan anak-anak kamu, dan saudara-saudara kamu, dan isteri-isteri (atau suami-suami) kamu, dan kaum keluarga kamu, dan harta benda yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu bimbang akan merosot, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, - (jika semuanya itu) menjadi perkara-perkara yang kamu cintai lebih daripada Allah dan RasulNya dan (daripada) berjihad untuk ugamaNya, maka tunggulah sehingga Allah mendatangkan keputusanNya (azab seksaNya); kerana Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (derhaka)." (At-Taubah: 24)
Doa Rasulullah s.a.w.: Ya Allah, kurniakalah perasaan cinta kepada-Mu, dan cinta kepada orang yang mengasihi-Mu, dan apa sahaja yang membawa daku menghampiri cinta-Mu. Jadikanlah cinta-Mu itu lebih aku hargai daripada air sejuk bagi orang yang kehausan. Amin... Label: Cinta |
posted by Wasis @ 12/09/2008 04:48:00 PM   |
|
|
|
|
| About Me |
|

Name: Wasis
Home: Tangerang, Banten, Indonesia
About Me: Pengisi waktu luang, teman saat sepi dan sendiri.. dan penyalur inspirasi dan memori hati..
Selengkapnya
|
| Postingan Lain |
|
| Arsip Postingan |
|
|
| Powered by |
 |
|