Wasisku Wasis "Penyambung Silaturrahim, Pemersatu Persaudaraan"

 
Sekapur Sirih
Selamat Datang Di Blog saya, semoga artikel yang ada bisa bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.. Amin
Doa & Hadist Harian
Hai anakku, sesunguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan melihat dan membalasnya, sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS. Lukman : 16)
Berita Terhangat
Pemotongan hewan Qurban 1433 H di Bank Bukopin telah dilaksanakan pada hari Jum'at, 26 Oktober 2012. Jumlah sapi ada 10 ekor dan telah dibagikan ke 2569 penerima yang meliput Yayasan, Pantai Asuhan, Masjid/Mushola dan masyarakat sekitar Bank Bukopin.
Curhatku
Ya Rabbi, jika saatny aku pergi nanti, ampunilah orang-orang yang telah menyakiti dan membuatku menangis dan muliakanlah orang-orang yang telah emmbuatku tersenyum. Amin
Puisi
Hanya 2 hal yang dapat kubawa dan persembakan saat kumenikahimu, TANGUGUNGJAWABku sebagai suami yang akan mempertanggungjawabkanmu dunia akhirat sehingga harus berupaya dan berusaha menafkahi dan membahagiakanmu dan KESETIAAN rasa cinta dan kasih sayangku yang tak akan terbagi hingga tetap bersamamu dalam suka dan duka hingga nyawa ini berpisah dari ragaku.
Organisasi
Ikatan Remaja Masjid, IGMMA, Badaris, Islamabad, Ikria, KTIMUS VII, BC, BMKB
Saran & Kritik
Silahkan kirimkan ke alamat email wasisku@gmail.com, atau add ym di siwasis@yahoo.co.id

Minuman Energi
Selasa, 21 Oktober 2008

Secara biokimia, bahan pangan yang berfungsi sebagai penghasil energi berasal dari karbohidrat dan lipid, sedangkan protein pada dasarnya tidak dipakai sebagai sumber bahan bakar, kecuali jika asupannya berlebih. Komposisi bahan pangan untuk memasok bahan bakar yang baik terdiri dari karbohidrat 50%, lipid 30%, dan protein 20%.

Produksi energi di dalam tubuh setiap orang sangat bervariasi. Hal itu tergantung pada tingkat penggunaannya, komposisi bahan bakar dalam diet, serta waktu sejak makan yang terakhir. Molekul bahan bakar akan didegradasi (reaksi katabolisme) menjadi karbondioksida dan air dengan melepaskan energi dalam bentuk ATP (adenosin trifosfat) dan senyawa pereduksi NADH (nikotinamid adenin dinukleotida).

Untuk memproduksi energi, tidak hanya diperlukan pasokan bahan bakar, tetapi juga sistem hormon (yang berfungsi sebagai pengendali reaksi) dan sistem enzim (yang bertindak sebagai pelaksana reaksi). Misalnya hormon insulin dan glukagon untuk mengatur kadar gula darah. Selain itu, vitamin (koenzim) dan ion logam (kofaktor) dalam jumlah sedikit diperlukan untuk membantu kerja enzim dalam katabolisme. Vitamin-vitamin tersebut antara lain, yaitu tiamin (B1), riboflavin (B2), niasin (B3), dan asam pantotenat (B5).

Kandungan taurin dan kafein dalam minuman energi yang ada di pasaran ternyata lebih mendominasi dibandingkan kandungan molekul bahan bakarnya. Dilihat dari struktur, senyawa taurin dan kafein bukan merupakan molekul sumber energi. Berdasarkan fungsinya dalam metabolisme, kedua bahan kimia itu lebih cocok bertindak sebagai stimulan daripada sebagai sumber energi.

Taurin mengandung gugus amino, tapi tidak memiliki gugus karboksil yang diperlukan untuk membentuk ikatan peptida. Itu sebabnya, molekul tersebut tidak berfungsi sebagai pembangun struktur protein. Taurin merupakan senyawa tidak esensial bagi nutrien manusia karena secara internal dapat disintesis dari asam amino metionin atau sistein dan piridoksin (vitamin B6). Pada kondisi tertentu, seperti pada saat perkembangan, taurin memang diperlukan. Itu sebabnya, taurin banyak ditemukan dalam susu murni, telur, daging, dan ikan.

Dalam metabolisme manusia, taurin memiliki dua peran, yaitu sebagai penghambat neurotransmiter dan sebagai bagian dari pengemulsi asam empedu. Konjugasi taurin dengan asam empedu memberikan efek signifikan untuk melarutkan kolesterol dan meningkatkan ekskresinya. Secara medis, taurin dipakai untuk menangani kasus gagal jantung, cystic fibrosis, diabetes, epilepsi, dan beberapa kondisi lain.

Sementara itu, kafein merupakan senyawa alkaloid pahit yang ditemukan dalam teh dan kopi. Efek farmakologi kafein adalah sebagai perangsang sistem saraf pusat, jantung, dan pernafasan. Efek lainnya yaitu mengendurkan otot halus, merangsang otot jantung, dan merangsang diuresis (aliran urin berlebih). Kafein diabsorbsi dengan sempurna dalam sistem pencernaan selama 30-60 menit. Maksimum efek yang terjadi di otak akan muncul dalam dua jam. Dengan demikian, kafein tidak berefek segera. Tidak seperti stimulan sistem saraf lainnya, kafein sangat cepat dihapus dari otak.

Kombinasi taurin dan kafein dalam minuman energi akan merangsang sistem saraf pusat untuk memicu reaksi katabolisme (reaksi untuk menghasilkan energi) di otot. Mekanismenya melalui pengaktifan kerja saraf yang menghasilkan percepatan denyut jantung untuk memompa darah dan oksigen, sembari menstimulasi peningkatan kadar gula darah.

Melihat kerja taurin dan kafein, tampak bahwa keduanya berfungsi sebagai perangsang (stimulan) pembentukan energi. Oleh sebab itu, istilah minuman energi tampaknya tidak cocok digunakan, mungkin akan lebih tepat jika namanya adalah minuman perangsang produksi energi.

sumber: info-sehat.com

Label:

posted by Wasis @ 10/21/2008 03:23:00 PM  
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 

About Me

Name: Wasis
Home: Tangerang, Banten, Indonesia
About Me: Pengisi waktu luang, teman saat sepi dan sendiri.. dan penyalur inspirasi dan memori hati..
Selengkapnya
Postingan Lain
Arsip Postingan
Powered by

BLOGGER

© 2005 Wasisku Wasis "Penyambung Silaturrahim, Pemersatu Persaudaraan"